
Apa itu Visi
Secara sederhana visi bisa dipahami bagaimana kita ingin menjadi sesuatu di masa depan. Sebelum itu terlebih dahulu kita mengidentifikasi bagaimana keadaan diri kita saat ini. Semisal kita ingin menciptakan bisnis yang menguntungkan dan berkah. Apa yang akan harus kita lakukan mulai sekarang.
Visi merupakan mimpi dari individu dan aspirasi bagi organisasi. Keuntungan organisasi yang memiliki visi dikutip dari softecks.in dalam Strategic Management adalah:
Visi besar perusahaan kecil
Visi perusahaan kecil atau start up biasanya masih melekat pada pemilik bisnis. Kebanyakan visi tersebut jarang dibagikan dengan karyawan atau sekedar normatif di profil perusahaan. Di posisi inilah permasalahan sering muncul yang pada akhirnya pemilik bisnis harus menjadi seorang superman. Kurangnya pemahaman tim atau karyawan terhadap visi pemilik bisnis yang sekaligus visi perusahaan menyebabkan tidak adanya chemistry yang sama dalam membangun bisnis.
Ada beberapa saran untuk mengatasi hal ini. Sebelumnya terlebih dahulu lihat proses pembentukan visi pada perusahaan kecil. Pertama pemilik bisnis memiliki visi sendiri. Dia mulai menjalankan bisnisnya sendiri hingga berkembang dan kemudian mulai membutuhkan tim. Baik satu orang atau lebih dia mulai tidak sendiri lagi. Secara organik mulai terbentuk cikal bakal organisasi. Untuk itu dia harus menyampaikan pesan visinya ke dalam organisasi baru tersebut. Bisnis semakin berkembang. Pemilik bisnis butuh lebih banyak orang untuk bergabung ke dalam organisasi bisnis tersebut. Oleh karenanya visi yang sebelumnya disampaikan secara verbal atau informal kepada sedikit individu harus kemudian “diresmikan” ke dalam sebuah dokumen menjadi properti perusahaan. Sehingga individu-individu yang baru tidak kesulitan untuk mengetahui dan memahami visi perusahaan. Pada tahapan pertama setiap individu yang baru sudah mengetahui apakah “rumah” baru tersebut bisa mengakomodasi visi pribadinya. Jika visi individu dan visi perusahaan bisa ketemu akan menjadi kekuatan yang sangat bagus bagi organisasi. Diluar itu sebagai “pengawal” dan “pendukung” visi dibuatlah alat-alat manajemen berupa kontrak kerja, SOP, KPI dan lain-lain. Sisi lainnya ada budaya kerja dan nilai perusahaan yang juga sebagai upaya agar setiap individu memiliki nilai dan kebiasaan yang sama dalam menjalankan bisnis tersebut.

Membuat pernyataan visi yang efektif
Bagaimana membuat pernyataan visi yang efektif menurut softecks.in dalam Strategic Management:
Tentukan persimpangan antara target perusahaan dan individu.
Ini bukan hanya waktu untuk menetapkan target dan standar, tapi juga menemukan titik temu antara tujuan perusahaan dengan target individu dan motivasi kerja. Penting untuk sering mendiskusikan target karir dan tujuan hidup anggota staf.
Organisasi bukan sekedar kumpulan dua orang atau lebih. Namun kumpulan orang tadi harus memiliki kesamaan visi atau setidaknya ada pertemuan “irisan visi”. Setelah itu orang-orang yang berkumpul tadi harus diikat atau berada dalam wadah yang sama. Ikatan dan wadah tadi bisa berupa komitmen kontrak kerja, SOP, KPI, budaya kerja, nilai peruasahaan dan alat manajemen lainnya.
Menurut Abraham Maslow ada 5 tingkatan kebutuhan manusia.
Dalam buku “The Decision Book” menjelaskan bahwa tiga teratas merupakan kebutuhan mendasar. Apabila ketiganya tercukupi, seseorang tidak lagi memikirkannya. Dua yang terbawah adalah kebutuhan aspirasi atau pertumbuhan pribadi, yang tidak benar-benar tercukupi.
Pemilik bisnis harus jeli mengidentifikasi hal ini. Apakah seseorang yang akan menjadi partner atau tim inti berada pada posisi dua terbawah. Jika iya maka sudah tepat namun jika tidak sebaiknya orang tersebut diposisikan pada level karyawan operasional. Orang datang silih berganti. Perputaran karyawan paling tinggi bisanya pada level operasional paling bawah. Untuk mengatasi hal ini biasanya diberikan penjelasan jenjang karir yang jelas dan masuk akal bagi karyawan baru. Biasanya juga terdapat kontrak kerja yang mengikat minimal satu tahun dan jika karyawan keluar sebelum waktunya akan dikenai pinalti atau semacam denda. Mengenai kebijakan ini perlu ditinjau kembali dari perspektif keadilan kedua belah pihak. Insya Allah akan kita bahas dalam artikel berbeda terkati dengan kerjasama partnership dan dengan pekerja.
Sekarang, review visi anda. Apakah sudah menjadi visi perusahaan. Jika sudah menjadi visi perusahaan apakah tim Anda sudah menghayati visi tersebut. Visi yang timbul dari diri sendiri tentu sangat berbeda dari visi yang hanya copy paste dari perusahaan lain. Visi yang kuat tidak hanya bagus bagi organisasi tapi bisa dirasakan oleh calon investor jika suatu saat anda membutuhkannya. Kita akan bahas lebih lanjut terkait investor dan crowdfunding yang saat ini sedang tren.