Jika anda berpikir jalan satu-satunya menjadi kaya adalah dengan menjadi pengusaha anda keliru. Jika anda berpikir menjadi pengusaha akan menyebabkan kaya raya itu juga belum tentu. Ada sebagian orang yang habis umurnya untuk membangun bisnis. Sisanya sebagian besar uangnya yang habis. Mungkin juga keduanya. Anda termasuk yang mana.
Hidup di dunia sementara. Sangat singkat. Dalam ajaran agama disebutkan saat kita ditanya kelak di akhirat seolah-olah kita hidup di dunia setengah hari saja. Coba lakukan refleksi sebentar. Berapa usia anda saat membaca artikel ini. Jika usia anda di atas 30 tahun tanpa sadar anda sudah melalui separuh perjalan hidup anda dengan asumsi rata-rata usia hidup 60 tahun. Sebenarnya yang menarik bukan sekedar angkanya tapi “tidak terasanya” sudah melalui separuh usia.
Ada sekitar satu juta bisnis baru didirkan di Amerika setiap tahun. Dari jutaan bisnis itu, hanya dua ratus ribu yang akan bertahan dalam waktu lima tahun. Sebelumnya banyak juga bisnis yang bahkan belum bisa melalui tahun ketiga.
Banyak diantara kita yang terjebak ingin menjadi pengusaha karena ingin kaya raya. Beberapa tahun lalu saya sering mendapati sebuah artikel baik tulisan maupun video yang mengiming-imingi seseorang untuk menjadi pengusaha agar kaya. Alasan yang lebih halus dari itu agar menjadi manfaat bagi banyak orang. Iya, dengan menjadi pengusaha bisa membuka lowongan pekerja bagi banyak orang. Artikel tadi tidak sepenuhnya keliru. Menjadi kaya dan bermanfaat tidak harus menjadi pengusaha. Banyak jalan lain. Ironisnya lagi artikel atau motivasi menjadi pengusaha tidak diikuti dengan informasi tips dan konsekuensi menjadi seorang pengusha. Motivasi yang masih terngiang sampai sekarang adalah “risiko menjadi pengusaha adalah kaya”. Setuju, jika berhasil.
Dalam buku rencana bisnis lengkap karya Joseph A. Covello disebutkan dampak menjadi pengusaha pemula / memulai usaha sebagai berikut:
1. Penghasilan Anda akan dikorbankan
2. Jam kerja anda akan bertambah banyak
3. Hubungan keluarga anda akan mendapat tekanan
4. Anda mungkin akan telah mengeluarkan uang pribadi atau meminjam uang
5. Anda kadang-kadang akan merasa seperti Anda selalu tertinggal
6. Anda mungkin menjadi lebih mudah marah. atau kritis dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda.
7. Anda akan lebih jarang bertemu dengan teman-teman dan keluarga Anda
8. Anda mungkin lebih sering menderita sakit kepala, sakit punggung, atau sakit perut.
9. Anda akan merasa bersalah pada saat Anda tidak bekerja.
10. Kehidupan Anda, untuk suatu periode tertentu, mungkin tampaknya seperti untuk bekerja melulu dan tidak ada waktu untuk bermain.
Apa yang ada di benak Anda setelah membaca beberapa poin di atas dari Covello. Ingin tetap lanjut menjadi pengusaha atau mengurungkan niat. Sekali lagi, jika niat menjadi pengusaha agar karena bisa kaya coba renungkan posisi Anda sekarang. Mungkin anda seorang dokter, pegawai negeri dengan gaji besar, karyawan BUMN, atau karyawan swasta dengan gaji besar. Bandingkan posisi anda sekarang dengan risiko dan dampak awal membangun bisnis. Sebanding-kah. Sudah siap dengan itu semua.
Saya tidak berusaha menakut-nakuti. Anggap saja ini adalah ujian awal atau permulaan interview sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis. Sekali lagi, saya berusaha mengingatkan agar mereview kembali niat menjadi pengusaha. Pelajari secara dalam risiko awal dalam membangun bisnis.
Jika ternyata yang anda butuhkan sekedar menambah pemasukan saat ini banyak kemudahan investasi yang lebih menguntungkan dari sekedar deposito di bank. Selain itu tidak semua orang memiliki karakter yang cocok menjadi pengusaha.
Menjadi pengusaha bukan sekedar keinginan atau ikutan tren. Berbisnis juga bukan merupakan satu-satunya jalan menjadi kaya.
Renungi sekali lagi. Setelah itu apa. Sekali lagi anda bisa mundur atau membatalkan niat menjadi pengusaha atau lanjut dengan melakukan persiapan secara matang. Langkah pertama yang bisa anda lakukan adalah mulai perbanyak teman yang sudah menjadi pengusaha. Bijaksana dalam memilih mana pengusaha yang baik dan tidak.
