5 hal penting sebelum membuat rencana bisnis

Rencana bisnis seperti sebuah peta yang akan mengantar kita ke tempat tujuan. Namun “peta bisnis” ini tidak sama dengan google map yang mudah disearching dan memandu kita secara otomatis melalui aplikasi. Rencana bisnis harus kita bikin sendiri. Tempat tujuan masih sangat abstrak. Belum jelas. Rencana bisnis ini yang nantinya akan menguji apakah goal kita masuk akal. Rencana bisnis ini berisi cara kita untuk sampai ke sana.

Namanya “rencana”, berarti sebelum memulai. Perbedaan dari segi bobotnya adalah kata setelahnya. Rencana liburan, rencana membeli sesuatu, atau rencana yang semacamnya tentu tidak sama dengan rencana bisnis. Rencana bisnis sendiri kadarnya juga berbeda-beda. Rencana bisnis untuk usaha mikro, kecil, menengah dan besar tentu saja berbeda. Sekali lagi kadar dan bobotnya yang berbeda. Adapun mengenai kontennya sebagian besar mirip.

UMKM masih sangat identik dengan bisnis personal. Karakter bisnis sangat melekat dengan karakter business owner. Karakter pemilik sangat menentukan keberhasilan bisnis kecil. Untuk sebagai pelaku bisnis kecil maupun yang akan memulai usahanya sebaiknya memperhatikan 5 hal berikut ini sebelum membuat rencana bisnis:

  1. Mengenali diri sendiri
  2. Mengenali bisnisnya
  3. Mengenali orang-orang yang diajak kerjasama
  4. Mengenali orang yang bisa menjadi rujukan
  5. Mengetahui sumber-sumber informasi yang diperlukan dalam menyusun rencana bisnis.

Mari kita jelaskan secara singkat beberapa poin di atas.

1. Mengenali diri sendiri

Mengenal diri sendiri dalam konteks ini adalah terkait kompetensi terkuat kita. Misalnya background kita adalah akuntan atau seorang marketer. Hal ini sangat penting sejauh mana keterlibatan kita dalam menyusun rencana bisnis dan batasan-batasan yang sebaiknya tidak kita lampaui. Misalnya kita seorang akuntan maka sangat bijaksana lebih banyak mempercayakan urusan membuat rencana pemasaran ke seorang marketer. Ranah kita lebih banyak memvalidasi dari sisi biaya dan manfaat.

2. Mengenali bisnis yang akan dijalankan

Seberapa jauh Anda mengenal bisnis yang akan anda bangun. Sifat industri bisnis. Apakah ini bisnis jangka pendek atau jangka panjang. Ada saatnya anda harus memilih antara idealisme dan profitabilitas anda. Harapan semua orang membangun sebuah bisnis yang profitable sesuai passionnya. Meski hal ini tidak salah tapi kadang faktanya sulit menemukan yang seperti itu. Membangun bisnis ibarat lari marathon. Butuh nafas panjang. Maka kesukaan terhadap bisnis yang kita bangun juga penting namun efektifitas juga perlu diperhatikan. Bisnis yang sifatnya jangka pendek tidak membutuhkan rencana bisnis yang rumit atau bahkan tidak membutuhkan sama sekali.

3. Mengidentifikasi orang-orang yang bisa diajak kerjasama.

Setelah mengenali diri sendiri langkah berikutnya mulai mengidentifikasi orang-orang yang bisa diajak kerjasama. Baik sebagi tim inti atau sekedar kolaborasi. Jika sebagai tim inti maka kemampuan mereka sangat dibutuhkan untuk membantu menyusun rencana bisnis. Kolaborasi lebih dibutuhkan di luar kemampuan tim dan kaitannya dengan manajamen biaya.

4. Mencari orang yang bisa menjadi rujukan.

Sebgai pelaku bisnis kecil kita membutuhkan orang yang lebih berpengalaman daripada kita. Baik yang berbayar berupa kursus maupun pengusaha lokal setempat. Mereka adalah orang-orang yang mampu melihat apa yang belum bisa kita lihat. Mereka juga orang-orang yang sudah melalui apa yang belum kita lalui.

5. Mengetahui sumber-sumber informasi yang diperlukan dalam menyusun rencana bisnis.

Ketika Anda sudah menjalankan langkah ke-1 sampai ke-4 secara tidak langsung Anda sudah menyelesaiak 50% lebih rencana bisnis Anda. Sumber-sumber informasi sebagai data dukungan bisa dari data resmi pemerintah seperti BPS maupun koran-koran bisnis. Penting juga untuk menganalisi kompetitro secara langsung.

Lima hal di atas bukan merupakan kewajiban. Namun berdasarkan pengalaman penulis dalam membantu membuat rencana bisnis UMKM hal tersebut merupakan poin yang penting. Saat ini banyak sekali template dan kursus dalam membuat rencana bisnis. Namun seorang pemilik bisnis belum tentu mudah dan  bisa memahami tanpa mengenali esensi rencana bisnis itu sendiri. Seperti banyaknya aplikasi akuntansi yang sekarang beredar. Tanpa memahami esensi laporan keuangan beruapa neraca, laba rugi, dan arus kas aplikasi tersebut maka manfaat dari aplikasi tersebut menjadi timpang.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top